Manusia dan Kebudayaan

Manusia

Dipandang dari segi ilmu eksakta, manusia adalah kumpulan dari partikel-partikel atom yang membentuk jaringan sistem yang dimiliki oleh manusia ( ilmu kimia ). Manusia merupakan kumpulan dari berbagai sistem fisik yang saling terkait satu sama lain dan merupakan kumpulan dari energi ( ilmu fisika ). Manusia merupakan mahluk biologis yang tergolong dalam golongan mahluk mamalia ( biologi ). Dalam ilmu-ilmu sosial, manusia merupakan mahluk yang ingin memperoleh keuntungan atu selalu memperhitungkan setiap kegiatan, sering disebut homo economicus ( ilmu ekonomi ). Manusia merupakan mahluk sosial yang tidak dapat berdiri sendiri ( sosiologi ), mahluk yang selalu ingin mempunyai kekuasaan politik ). Dan lain sebagainya.

1. Manusia itu terdiri dari empat unsur yang saling terkait, yaitu :

a. Jasad; yaitu badan kasar manusia yang nampak pada luarnya, dapat diraba, dan difoto, dan menempati ruang dan waktu.

b. Hayat; yaitu mengandung unsur hidup, yang ditandai dengan gerak

c. Ruh; yaitu bimbingan dan pimpinan Tuhan, daya yang bekerja secara spiritual dan memahami kebenaran, suatu kemampuan mencipta yang bersifat konseptual yang menjadi pusat lahirnya kebudayaan.

d. Nafs; dalam pengertian diri atau keakuan, yaitu kesadaran tentang diri sendiri

2. Manusia sebagai satu kepribadian yang mengandung 3 unsur yaitu :

a. Id. Yang merupakan struktur kepribadian yang paling primitive dan paling tidak nampak. Id merupakan libido murni, atau energi psikis yang menunjukkan ciri alami yang irrasional dan terkait masalah sex, yang secara instingtual menentukan proses-proses ketidaksadaran.

b. Ego. Merupakan bagian atau struktur kepribadian yang pertama kali dibedakan dari Id, seringkali disebut sebagai kepribadian “eksekutif” karena peranannya dalam menghubungkan energi Id ke dalam saluran social yang dapat dimengerti oleh orang lain.

c. Superego. Merupakan struktur kepribadian yang paling akhir, muncul kira-kira pada usia lima tahun. Dibandingkan dengan Id dan ego, yang berkembang secara internal dalam diri individu, superego terbentuk dari lingkungan eksternal. Jadi superego menunjukkan pola aturan yang dalam derajat tertentu menghasilkan control diri melalui sistem imbalan dan hukuman yang terinternalisasi.

Hakekat Manusia :

1. Mahluk ciptaan Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh

2. Mahluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna, jika dibandingkan denan mahluk lainnya

3. mahluk biokultural yaitu mahluk hayati yang budayawi

4. Mahluk Ciptaan Tuhan yang terkait dengan lingkungan, mempunyai kualitas dan martabat karena kemampuan bekerja dan berkarya

Pengertian Kebudayaan

Pengertian kebudayaan banyak sekali dikemukakan oleh para ahli. Salah satunya dikemukakan oleh Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, yang merumuskan bahwa kebudayaan adalah semua hasil dari karya, rasa dan cipta masyarakat. Karya masyarakat menghasilkan teknologi dan kebudayaan kebendaan, yang diperlukan manusia untuk menguasa alam sekitarnya, agar kekuatan serta hasilnya dapat diabdikan untuk kepentingan masyarakat.

Dari pengetian tersebut menunjukkan bahwa kebudayaan itu merupakan keseluruhan dari pengetahuan manusia sebagai mahluk sosial, yang digunakan untuk menginterpretasikan dan memahami lingkungan yang dihadapi, untuk memenuhi segala kebutuhannya serta mendorong terwujudnya kelakuan manusia itu sendiri. Atas dasar itulah para ahli mengemukakan adanya unsur kebudayaan yang umumnya diperinci menjadi 7 unsur yaitu :

1. unsur religi

2. sistem kemasyarakatan

3. sistem peralatan

4. sistem mata pencaharian hidup

5. sistem bahasa

6. sistem pengetahuan

7. seni

Bertitik dari sistem inilah maka kebudayaan paling sedikit memiliki 3 wujud antara lain :

1. Wujud sebagai suatu kompleks dari ide, gagasan, norma, peraturan dan sejenisnya. Ini merupakan wujud ideal kebudayaan. Sifatnya abstrak, lokasinya ada dalam pikiran masyarakat dimana kebudayaan itu hidup

2. Kebudayaan sebagai suatu kompleks aktivitas kelakuan berpola dari manusia dalam masyarakat

3. Kebudayaan sebagai benda hasil karya manusia

Perubahan kebudayaan pada dasarnya tidak lain dari para perubahan manusia yang hidup dalam masyarakat yang menjadi wadah kebudayaan itu. Perubahan itu terjadi karena manusia mengadakan hubungan dengan manusia lainnya, atau karena hubungan antara kelompok manusia dalam masyarakat. Tidak ada kebudayaan yanga statis, setiap perubahan kebudayaan mempunyai dinamika, mengalami perubahan; perubahan itu akibat dari perubahan masyarakat yang menjadi wadah kebudayaan tersebut.

Leave a comment

Filed under Ilmu Budaya Dasar, Tugas Softskill

WEBSITE YANG MENAMPILKAN WEB GIS

Ditlantas Polda Metro Jaya
1. Peta Rawan Kecelakaan
2. Peta Rawan Banjir
3. Peta Rawan Kejahatan
4. Peta Rawan Kemacetan

Leave a comment

Filed under Sistem Informasi Geografis

APLIKASI GIS DIBIDANG TERTENTU

Begitu kira-kira judul yang kami interpretasikan sendiri ketika mengunjungi situsnya. Kebetulan kami bergabung dalam milis PGIS yang melibatkan praktisi-praktisi GIS dari seluruh dunia, dan di situ ada beberapa konsep tentang bio mapping tadi. Walaupun mungkin berjalan sudah lama, bagi kami adalah sesuatu yang baru dan bisa dibilang futuristik. Selama ini kami melakukan GIS hanya untuk hal-hal yang sifatnya di luar manusia sebagai individu sebagai makhluk hidup. Selama ini kami hanya membangga-banggakan GIS untuk urusan ‘bumi’ dan ‘hasil-hasil kerjaan manusia di bumi’; tetapi belum untuk diri kita sendiri. Ternyata dengan Bio Mapping ini ada hal yang bisa dilakukan lebih oleh GIS dan peta.a

Bio mapping ini pada dasarnya adalah mencoba menggambarkan emosi manusia baik secara individu maupun komunal (kelompok) sesuai dengan lokasinya. Bagaimana pola-pola perubahan emosi digambarkan berbarengan dengan lokasi kejadiannya. Kalau dari metode pengumpulan datanya tidaklah sulit, seperti membuat peta dengan GPS; namun yang menarik adalah selama memetakan dengan GPS juga merekam perubahan-perubahan emosi yang terjadi dengan manusianya menggunakan alat tambahan; dan kemudian menampilkannya.

Sumber :http://brozhaonk.multiply.com/journal/item/16?&show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2Fitem

Leave a comment

Filed under Sistem Informasi Geografis

MAPOBJECT VS ARCOBJECT

MapObjects adalah sebuah third party component yang bisa digunakan di Visual Basic, Visual C++, Delphi, dan lainnya,agar bisa menampilkan peta beserta navigasi, dan fungsi-fungsi pemetaan lainnya. Karena berupa komponen, makaaplikasi GIS yang dibuat dengan MapObjects ini dapat dibuat lebihflexible, dapat digabung dalam aplikasi yang lainnya,dan dapat bebas dalam membuat tampilan

ArcObject adalah urat nadi dari seluruh aplikasi ESRI ArcGIS, atau dapat juga disebut batu bata bangunan ArcGIS. Idealnya arcobject ini dipelajari dulu sebelum mempelajari berbagai aplikasi ArcGIS lainnya. Tidak dapat dipungkiri hal ini akan menyulitkan karena arcobject lebih abstrak dibandingkan dengan aplikasi ArcGIS itu sendiri. Harus diakui akan lebih mudah mempelajari ArcMap ibandingkan dengan mempelajari model obyeknya, tetapi dengan memahami arcobject anda akan mengerti proses dibalik suatu perintah dalam ArcGIS. Jadi jika anda sudah mengenal ArcGIS, mempelajari ArcObject kenapa tidak? Karena belajar mengenai hal ini bukanlah sesuatu yang sulit.

Dimana anda mendapatkan arcobject? berbeda dengan mapobject, arcobject bukan suatu produk sebagaimana mapobject. Anda bisa mendapatkan arcobject dari tiga produk ESRI ArcGIS, pertama dari ArcGIS Desktop, kedua dari ArcGIS Engine, ketiga dari ArcGIS Server. Jika salah satu dari ketiganya anda install pada komputer, maka secara otomatis anda mendapatkan arcobject tersebut.

Sebagai suatu model obyek, secara teknis ArcObject merupakan kumpulan/pustaka dari ribuan klas-klas yang memiliki properties dan method.

Bagi para pemula dapat mempelajari dulu bahasa pemrograman berorientasi obyek, didalamnya pasti akan dijelaskan apa itu obyek, kelas, property, dan method. Salah satu sumber yang bagus untuk mempelajari dari dasar tentang hal tersebut adalah situs ilmukomputer.com. Anda bisa memilih memulai dari apa saja, entah itu VB, C#, VB.net, dan lainnya.

Obyek dan Klas

Peta, layer, titik, garis, poligon, tabel, kolom, dan baris adalah suatu contoh obyek. Obyek-obyek ini berada dimemori komputer jika suatu aplikasi SIG dijalankan, dan menunggu pengoperasian dari anda sebagai pengguna.

Klas adalah kode yang melatar belakangi obyek, atau kode dibalik obyek yang menjelaskan obyek tersebut. Jadi setiap kelas akan punya keterkaitan dengan suatu obyek. Karena suatu obyek terkait dengan klas, maka untuk mengaksesnya dengan bahasa pemrograman yang kompatibel dengan arcobject. Apa saja bahasa yang kompatibel itu? Visual Basic for Application (VBA), Visual Basic, Visual C++, C++, Java, C#, Python, Visual Basic.net, dan beberapa lainnya.
Artinya arcobject relatif cukup luas untuk dapat diakses dengan berbagai bahasa yang ada.

Sumber : http://www.scribd.com/doc/23706008/Map-Object
http://komunitasgis.com/?p=151

Leave a comment

Filed under Sistem Informasi Geografis

REVIEW SOFTWARE GIS

Maptitude Informasi Geografis Sistem Perangkat Lunak 5.0
Nama Produk: Maptitude Sistem Informasi Geografis
Sistem Operasi: Linux, Unix, Mac OSX, Windows

Sebuah penciptaan untuk kedua pemula dan pengguna GIS profesional, GIS Maptitude tidak hanya menawarkan spektrum besar pemetaan dan alat-alat analisis, tetapi juga dilengkapi dengan data geografis dan pra-dibuat peta – fitur yang sejalan dengan, rasa nyaman cepat dan mudah online program pemetaan interaktif. Maptitude memiliki fitur-fitur umum banyak program GIS desktop lain, tetapi juga memiliki beberapa fungsi yang unik tidak ditemukan dalam program lain, menyegarkan memisahkannya dari mesh orang lain. Meskipun tidak ada program GIS yang akan memenuhi atau memuaskan kebutuhan seluruh semua pengguna, Maptitude ini dirancang untuk mencapai dan memenuhi sebagian besar analisis dan peta membuat tugas sering dibutuhkan oleh para profesional dan organisasi – terutama yang tanpa pengetahuan sebelumnya atau pengalaman dalam menggunakan informasi geografis sistem, mengumpulkan data geospasial, atau menampilkan informasi dengan cara visual. Ketika seorang pengguna duduk dengan Maptitude, mereka duduk dengan paket-GIS one stop shop yang terdiri dari program user friendly, kelimpahan file GIS, dan kaya langkah demi langkah panduan sumber daya memimpin pengguna setiap langkah dari cara.
Spesifikasi dan Instalasi:
Perizinan
Kedua GIS Maptitude dan dataset yang menyertainya dan manual harus digunakan sesuai dengan persyaratan dan ketentuan dari Lisensi Software Produk Kaliper.
Persyaratan Sistem
Persyaratan Minimum:
• Personal komputer yang menjalankan Windows 2000, XP, atau Vista
• DVD-ROM
• 32 MB RAM
• 170 MB ruang hard disk untuk file program (tambahan ruang hard disk yang dibutuhkan jika menginstall file data geografis)
• Video mampu menampilkan XGA kartu pada 16-bit warna
File yang Didukung Format
Membaca File Vector
SHP, E00, TAB, MID / MIF, DXF, CDF / DBD, DGN, TIGER, VPF, GDF, DLG, SDTS, GPX

Dibaca DEM Files
DEM, GRID Float, dan lain-lain
Membantu
Termasuk dengan program perangkat lunak adalah 534-halaman pengguna panduan manual dengan ilustrasi. Pedoman tersebut mencakup spektrum penuh program – dari menginstal untuk memetakan keputusan untuk analisis. Manual tersebut juga mencakup rekap 60-detik yang sangat berguna setelah setiap bagian. Program itu sendiri menawarkan menu bantuan, dan sumber daya lain selain itu banyak juga tersedia, termasuk video tutorial online, blog dan tangan-sesi pelatihan. Dukungan teknis dari spesialis Maptitude juga tersedia atas permintaan.
Instalasi
Proses instalasi cukup sederhana dengan petunjuk yang tersedia dalam buku petunjuk. Kunci Software diperlukan yang menyertai CD. Setelah instalasi selesai, dianjurkan untuk memulai kembali komputer sebelum program ini diluncurkan untuk pertama kalinya. Maptitude membutuhkan 170 megabyte ruang, yang tidak termasuk data. Data tersebut diberikan pada DVD terpisah yang jika disalin ke hard drive, memerlukan sekitar 2 gigabyte ruang bebas.
Data Geografis
Pra-desain peta dan data
Bagi mereka yang menggunakan program GIS dimana lapisan dasar individu perlu ditambahkan satu per satu, mereka akan segera menyadari manfaat dari pra-desain peta dan pengumpulan data. Perpustakaan peta / data berisi lebih dari 100 peta interaktif dari berbagai kategori, termasuk pemetaan jalan tujuan umum, serta demografi data AS. Pengguna dapat memilih untuk fokus pada salah satu peta ini, untuk mengeksplorasi sumber daya dalam diri mereka, atau mereka hanya dapat memilih untuk memulai perjalanan pemetaan mereka dengan menggunakan peta ini sebagai alat bantu navigasi atau sebagai peta dasar untuk menambahkan data mereka sendiri untuk. Memiliki data perpustakaan di ujung jari para pengguna tidak hanya menawarkan mereka data yang seharusnya mereka miliki untuk mengumpulkan dan membeli sendiri, tetapi memungkinkan mereka untuk berkonsentrasi waktu mereka pada analisis aktual dan proses pembuatan peta.
Pengguna mulai sesi pemetaan dengan memilih wilayah geografis bunga (dari kode level US pos sampai ke tingkat dunia). Apa membuka dasarnya adalah peta diperbesar ke dalam lokasi geografis yang sesuai dengan data pre-loaded dan simbol pra-dipilih. Juga terlihat adalah legenda dan peta inset. Mirip dengan tampilan dan nuansa peta interaktif online, ketika pengguna mengubah lapisan aktif mereka, legenda secara otomatis akan diperbarui juga – tetapi dengan manfaat tambahan tidak perlu menekan tombol ‘refresh’ ‘reload’ atau. Demikian pula, harus zoom pengguna dalam atau keluar dari suatu daerah, dan fitur yang terlihat harus terjadi untuk berubah, maka legenda akan mengupdate sendiri juga.

Gambar 1 – Peta atas diperbesar keluar pada tingkat penuh, dan hanya beberapa fitur yang terlihat,
yang diwakili pada legenda.

Gambar 2 – Peta itu telah diperbesar secara signifikan dan jumlah fitur terlihat juga meningkat.
Legenda secara otomatis update sendiri untuk mencerminkan tampilan peta saat ini.
Pengumpulan data mencakup AS terbaru nasional data jalan, data topografi, dan data statistik seperti jumlah penduduk (2006), data profil demografis, sosial, ekonomi dan perumahan (2000), seorang wartawan dunia, dan digital dunia data elevasi.
Menggunakan data eksternal
Salah satu dari format data yang tercantum sebelumnya dapat ditambahkan ke Maptitude. Dan seperti ini mirip dengan program GIS lainnya, pengguna bisa menambahkan data mereka disimpan dalam format tabular (Excel lembar kerja, file dBASE, tabel Access, atau Open Database Connectivity (ODBC) compliant sumber data). Bahkan, Maptitude menawarkan alat Buat-a-Peta Wizard, sebuah fitur yang membantu pengguna dalam proses pembuatan peta, termasuk kemampuan data geocode dengan baik alamat jalan AS, Kode Pos, Kota, atau oleh tempat internasional, negara / provinsi, dan negara.
Analitis dan Pemetaan Fitur
Program GIS Kebanyakan menawarkan alat pengguna yang memungkinkan pengguna untuk memeriksa dan memanipulasi data dengan cara analitis. Beberapa program menawarkan fungsionalitas lebih daripada yang lain, dan beberapa menawarkan dengan cara yang ramah pengguna. Maptitude tidak hanya itu. Ini menyediakan pengguna dengan solusi mudah untuk query dan mengedit data (termasuk kliping dan penggabungan), menciptakan overlay, membangun model 3D, melakukan analisis medan, serta menawarkan jaringan beberapa alat terkait analisis. Pengguna GIS lanjutan akan menemukan banyak kebutuhan mereka diurus dengan fitur dibangun ke dalam program, namun jika pengguna sehingga harus ingin menyesuaikan setiap fungsi atau menambahkan yang tambahan, Maptitude termasuk Kit Pengembang GIS ini (GISDK). Kaliper itu bahasa pemrograman GISDK menawarkan programmer dengan pilihan untuk menambahkan alat tambahan, add-in, dan bahkan menciptakan sebuah program aplikasi GIS kustom. Mereka dalam industri bisnis mungkin menemukan pilihan kustomisasi bermanfaat ketika bekerja dengan organisasi lain dan pelanggan.
Peta Wizards
Kekuatan dan fitur khusus Maptitude tampaknya memiliki rasa bisnis secara keseluruhan, menawarkan profesional alat cepat dan mudah untuk mengambil makna dari data tabular, menarik kesimpulan dari hasil peta dan temuan tampilan secara profesional. Mungkin salah satu fitur yang lebih berguna dari program ini adalah menawarkan penyihir pengguna untuk membuat peta dari data tematik. Sering dianggap oleh pengguna sebagai tema kartografi sulit untuk bekerja dengan, Maptitude membuat pemetaan statistik mudah. Pengguna dapat memilih salah satu dari beberapa penyihir yang akan membimbing mereka langkah demi langkah untuk membuat peta choropleth, peta kerapatan titik, simbol peta skala dan bahkan grafik.
Untuk pemetaan choropleth misalnya, pengguna memilih bidang yang mereka ingin peta (yaitu kelompok usia) dan memilih metode klasifikasi (interval sama, kuantil, dll). Pengguna memilih skema warna, dan pada dasarnya telah menyelesaikan peta. Satu dapat memetakan beberapa tema dengan menggabungkan peta choropleth dengan kepadatan titik atau simbol skala. Pengguna juga dapat membuat rumus sendiri yang selanjutnya menyesuaikan tema peta – satu dapat membagi satu atribut dengan yang lain, menampilkan hasil normalisasi yang tepat. Misalnya, untuk menentukan persentase laki-laki pengangguran total, orang akan perlu untuk menormalkan data dengan atribut yang mencerminkan jumlah laki-laki total dalam angkatan kerja. Cukup menampilkan jumlah laki-laki pengangguran akan mengembang nomor drastis karena akan mencakup semua laki-laki yang terlalu muda untuk bekerja, serta mereka yang sudah pensiun. Maptitude menawarkan pengguna pencipta user-friendly formula yang sangat yang dapat digunakan dengan semua penyihir peta. Jika ada satu daerah yang dapat menggunakan sedikit tweaking akan penambahan ringkasan diagram statistik yang secara visual akan menggambarkan distribusi dataset bertema. Meskipun metode klasifikasi tersedia beberapa untuk memilih, visual menganalisis distribusi data tentang frekuensi, deviasi, rata-rata standar, dll, akan membantu pengguna dalam memilih metode klasifikasi yang tepat.

Gambar 3 – peta tematik menunjukkan jumlah hunian.
Google Earth dan Citra TerraServer
Sebuah fitur yang cukup unik ditemukan di Maptitude adalah kemampuan untuk membawa citra satelit yang tersedia dari TerraServer dan Google Earth dengan mengklik tombol (koneksi internet diperlukan). Ini adalah alat yang sangat berguna karena bila menggunakan sumber daya seperti Google Earth, seseorang tidak dapat men-download citra dalam format rujukan geografis yang kemudian akan ditambahkan ke dalam program GIS. Namun dengan fitur Maptitude, orang dapat terhubung ke data di bawah 30 detik, dan itu ditempatkan di batas tampilan peta saat ini. Selain itu, metadata gambar disediakan juga, menawarkan resolusi gambar, pemilik gambar dan tanggal gambar (TerraServer gambar saja). Resolusi gambar adalah tergantung pada sejauh geografi pengguna. Sebuah wilayah yang lebih besar mungkin, misalnya, menyediakan pengguna dengan sebuah gambar dengan resolusi 32 meter, namun area yang lebih kecil dari bunga akan memberikan pengguna rak 2 gambar meter resolusi. Namun, perlu diketahui, bahwa gambar yang ditampilkan di Google Earth, tidak menampilkan dengan cara yang sama di Maptitude. Gambar akan menjadi resolusi yang lebih rendah dan monokromatik (bahkan jika asli dalam warna). Ini direkomendasikan bahwa zoom pengguna ke lokasi yang tepat mereka tertarik, dan kemudian membawa pada gambar satelit untuk hasil yang terbaik. Karena gambar tergantung pada konektivitas internet, gambar hanya akan tersedia selama sesi peta saat ini. Jika pengguna menyimpan peta, s / ia akan berhasil simpan dengan citra satelit terlihat. Fitur ini juga menyediakan pilihan untuk menemukan batas tampilan peta pengguna seperti yang terlihat dalam Maptitude, di Google Earth. Dengan fitur ini, pengguna akan memiliki dua sumber diperbesar ke dalam luasan geografis yang sama persis.
Mengekspor ke KML
Maptitude melayani pengguna Google Earth dengan menyediakan kemampuan untuk menyimpan setiap vektor GIS lapisan individu dalam format KML. Sebuah proses yang sangat cepat dan mudah, Maptitude mengubah fitur persis seperti yang ditampilkan dalam program. Pengguna dapat memilih atribut mereka ingin mengkonversi juga. Di Google Earth, menampilkan file yang sangat baik, tanpa kehilangan resolusi. Ekspor ke fitur KML agak sederhana namun. Meskipun akan memenuhi sebagian besar pengguna, pengguna tingkat lanjut dengan cepat akan melihat bahwa tidak ada pilihan untuk mengkustomisasi tata letak balon, gaya atau warna. Tidak ada dukungan untuk data 3D – data dengan nilai ketinggian akan diabaikan, dan ada juga ada dukungan untuk label (kelemahan agak besar). Bagi mereka yang tertarik dalam menggabungkan HTML ke dalam file KML mereka, mereka harus melakukannya setelah konversi, di Google Earth.
Meskipun file dapat diekspor dalam format KML, mereka tidak dapat dibuka di Maptitude. Memiliki kemampuan untuk membuka file KML, atau paling tidak dapat mengkonversi dari KML ke format lain Maptitude didukung akan menjadi fitur yang berguna untuk memiliki.

Gambar 4 – shapefiles Asli diselamatkan ke format KML dalam Maptitude dan dibuka di Google Earth.
Mengklik pada fitur akan menampilkan informasi atribut.

Usability
Semua program GIS berbeda satu sama lain, tetapi ada beberapa elemen penting dari program GIS profesional yang dapat dianggap standar dan oleh karena diharapkan. Jadi bagaimana Maptitude membandingkan? Apakah dukungan proyeksi berbeda dari data GIS? Apakah itu menawarkan ‘on-the-fly’ konversi proyeksi? Ya, dukungan Maptitude untuk proyeksi yang berbeda benar-benar mulus. Apakah itu membuka proyek peta dari program perangkat lunak lain? Ya, Maptitude akan, misalnya, open ArcView ‘April,. Tetapi tidak di ArcMap. MXD, sayangnya. Apakah itu menawarkan elemen peta untuk mencetak dan menyimpan? Apakah itu menciptakan kualitas peta digital tinggi? Apakah klip dan ekspor raster? Pertanyaan-pertanyaan ini akan melihat lebih terinci.
Ketika membuat sebuah program perangkat lunak, kita perlu mempertimbangkan fakta bahwa pengguna GIS yang paling membutuhkan dua atau tiga program untuk memenuhi semua kebutuhan GIS mereka. Beberapa program memiliki kekuatan dalam citra raster pengolahan, yang lain kuat dalam modeling elevasi digital, dan beberapa menawarkan kuat alat-alat analisis statistik. Jadi idealnya, sebuah program GIS harus menawarkan pengalihan – memungkinkan pengguna untuk memproses beberapa data dalam satu program, dan menyelesaikan proyek di negara lain. Maptitude menawarkan gagasan tentang pengalihan sampai batas tertentu, dengan mendukung sejumlah besar format file, tetapi karena memiliki file sendiri GIS eksklusif, dan file peta, orang tidak dapat memulai sebuah proyek peta di Maptitude dan menyelesaikannya di lain program perangkat lunak. Pengguna dapat Namun, mengedit file GIS dan ekspor mereka ke format lain file yang didukung oleh program GIS lainnya, seperti shapefiles dan file AutoCAD.
Tidak ada program GIS di pasar yang dapat memenuhi kebutuhan setiap orang, karena setiap orang memiliki pemetaan yang unik dan persyaratan analisis. Namun, jika Maptitude bekerja pada beberapa fitur tambahan, itu akan menjadi program GIS terdekat di pasar untuk mendapatkan gelar dari mesin GIS utama.
Raster Format
Seperti telah disebutkan sebelumnya, tidak semua pengguna memiliki kebutuhan pemetaan yang sama. Beberapa akan memerlukan fitur spesifik dalam sebuah program yang hanya dapat ditemukan dalam program GIS tertentu. Ambil kemampuan untuk bekerja dengan, dan untuk memanipulasi raster, misalnya. Maptitude membuka format file gambar beberapa, terutama kompresi populer Mr.SID format. Pengguna mungkin ingin mengekspor bagian yang lebih kecil dari gambar dan bekerja dengan itu baik dalam Maptitude, atau pada program lainnya. Sebuah tugas yang populer, misalnya, adalah untuk ekspor gambar ke MR.SID GeoTiffs untuk bekerja di program yang tidak mendukung file Mr.SID. Salah satu downfalls utama Maptitude, adalah bahwa ia tidak akan mengekspor gambar dalam format rujukan geografis (yaitu GeoTiff). Jadi jika pengguna mencari sebuah program yang akan mosaik beberapa gambar menjadi satu resolusi GeoTiff tinggi, Maptitude bukanlah program untuk melakukannya masuk Kemampuan untuk mengolah gambar raster dan menggunakannya dalam program lain (GIS, Google Earth Pro, program grafis ) ini bisa dibilang merupakan fitur penting dari program GIS, dan sayangnya tidak satu yang ada di Maptitude.
Membuat Peta
Sebuah fitur penting dari setiap program perangkat lunak GIS adalah kemampuan untuk membuat dan menampilkan peta dengan banyak elemen peta dasar – legenda, skala, panah utara, konteks peta inset, judul, dan kutipan. Kemampuan untuk menambahkan tabel, dan tokoh jelas merupakan suatu tambahan yang berguna juga.
Maptitude akan menampilkan kedua raster dan data vektor secara bersamaan, dan menawarkan beberapa penampilan disesuaikan terkait fitur. Dataset raster dapat sedikit diubah dengan memodifikasi kontras gambar, membuat gambar lebih ringan. Tidak ada fitur transparansi untuk file raster. Data vektor dapat dilambangkan dan diwarnai dengan sejumlah pilihan dan lagi, pengguna dapat menggunakan wizard warna tema untuk mengklasifikasikan fitur dengan atribut tertentu. File vektor memiliki pilihan untuk menjadi baik benar-benar buram atau benar-benar transparan. Tidak ada pilihan untuk memilih semi-transparansi, yang merupakan elemen yang umum digunakan dalam pembuatan peta.
Maptitude memiliki utilitas label yang sangat baik, memungkinkan pengguna untuk baik fitur label berdasarkan atribut lapangan, atau secara manual pelabelan fitur individu. Pengguna dapat memilih dari daftar font, ukuran dan warna juga. Alat pelabelan juga memungkinkan pengguna untuk mengaktifkan label pada skala tertentu.
Sebuah peta dapat dibuat baik dalam tampilan peta, atau dalam tampilan tata letak. Keuntungan menggunakan tampilan tata letak adalah bahwa lebih dari satu item dapat ditambahkan ke halaman – satu dapat menambahkan peta tambahan, sebuah tabel atribut, serta angka dan grafik. Apakah pengguna adalah menciptakan sebuah peta dalam tampilan peta atau tampilan tata letak, elemen peta yang tersedia di kedua. Pengguna dapat menambahkan panah utara, skala bar dan teks ke peta. Seperti disebutkan sebelumnya, legenda mewakili semua lapisan aktif ditampilkan pada peta dan update sendiri secara otomatis setiap kali daftar perubahan lapisan.
Peta dapat disimpan dalam tiga format file gambar: bmp, jpg dan png, serta non-gambar beberapa format seperti kml dan html…. Kualitas output akan tergantung pada format file yang dipilih dan apakah peta tersebut sedang disimpan dalam tampilan peta atau tampilan tata letak. Dalam tampilan peta, pengguna dapat menyimpan gambar dalam resolusi tinggi jpg,.. Bmp dan. Png, tapi sayangnya resolusi tinggi dan kualitas output tinggi tidak tersedia saat menyimpan peta dari tampilan tata letak. Gambar Lima menunjukkan peta resolusi tinggi keluar yang disimpan dari tampilan peta. Gambar menunjukkan Enam peta yang sama, disimpan dalam tampilan tata letak. Tanpa kualitas peta yang sama dan pilihan resolusi yang tersedia dalam tampilan tata letak, pengguna kemungkinan besar akan menemukan bahwa mereka tidak akan dapat menggabungkan beberapa peta, grafik atau tabel tambahan atribut dan menghasilkan output yang berkualitas tinggi – terutama tidak untuk publikasi. Ini adalah kelemahan besar dari program ini – menawarkan pengguna fitur bermanfaat pandang tata letak, namun kualitas yang dihasilkan tidak dapat digunakan.
Ada juga tampaknya menjadi sebuah kesalahan saat menyimpan orthoimagery keluar dalam format citra resolusi tinggi. Selama review dari perangkat lunak, gambar MrSID beberapa diselamatkan keluar beberapa kali untuk menguji kualitas dari output. Setiap waktu, sebuah garis putih samar horisontal ditampilkan pada gambar disimpan. Anda dapat melihat baris ini di dekat bagian bawah Gambar Lima.

Gambar 5a – Peta Akhir dikemas dalam Maptitude. Ini gambar jpg diselamatkan dalam tampilan Peta.

Gambar 5b – peta Sama seperti di atas, tapi diperbesar untuk menggambarkan pelestarian detail.
Karena resolusi tinggi gambar di atas, rincian vektor dapat hanya dibuat sekali diperbesar secara signifikan.

Gambar 6 – Gambar disimpan dalam tampilan Layout. Resolusi gambar adalah sangat, sangat miskin.
Kesimpulan
Maptitude akan memuaskan setiap pengguna GIS yang membutuhkan melihat dan memanipulasi file geospasial dalam berbagai format, dan tertarik dalam menganalisis dan membuat peta dengan dataset. Hanya ada beberapa daerah yang dapat menggunakan sedikit perkembangan, yaitu meningkatkan fitur ekspor gambar, serta kualitas output tata letak. Namun, Maptitude melakukan sebuah katering pekerjaan yang luar biasa terhadap pengguna GIS pemula dengan yang mudah-untuk-belajar-dan-penggunaan program pemetaan, serta untuk para pengguna GIS tingkat lanjut yang dapat mengambil manfaat dari array yang luas dari alat-alat analisis yang tersedia, serta GIS Developer Kit (GISDK). Maptitude juga menawarkan beberapa fitur yang sangat unik yang program GIS lain tidak, membenarkan bahwa mereka memang sadar pasar pengguna mereka, katering untuk profesional yang membutuhkan hasil yang cepat, visual, dan tampak profesional.

Leave a comment

Filed under Sistem Informasi Geografis

MENGKOVERSI KOORDINAT 15 TITIK MENJADI PETA

Walking directions to Mekarsari, Depok, Jawa Barat, Indonesia
Public • 0 views
From: jl.h.kodja 2 depok
Walking directions to Jalan Kapuk, Depok, Jawa Barat, Indonesia
To: Jalan Kapuk, Depok, Jawa Barat, Indonesia
Walking directions to Jalan Cagar Alam, Depok, Jawa Barat, Indonesia
To: Jalan Cagar Alam, Depok, Jawa Barat, Indonesia
Walking directions to Jalan Raden Saleh 1, Depok, Jawa Barat, Indonesia
To: Jalan Raden Saleh 1, Depok, Jawa Barat, Indonesia
Walking directions to Meruyung, Depok, Jawa Barat, Indonesia
To: Meruyung, Depok, Jawa Barat, Indonesia
Walking directions to Sukatani, Depok, Jawa Barat, Indonesia
To: jl. pitara rt 05 rw 15, kampung pitara – pancoranmas, Depok 40115, Indonesia (lineart post production)
Walking directions to Depok, Indonesia (Universitas Gunadarma)
To: Depok, Indonesia (Universitas Gunadarma)
Walking directions to Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Indonesia
To: Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Indonesia
Walking directions to cimanggis
To: cimanggis
Walking directions to Mekarsari, Depok, Jawa Barat, Indonesia
To: Mekarsari, Depok, Jawa Barat, Indonesia
To: Sukatani, Depok, Jawa Barat, Indonesia
Walking directions to Jakarta Timur, Ciracas, Jakarta, Indonesia
To: Jakarta Timur, Ciracas, Jakarta, Indonesia
Walking directions to Cijantung 21, Pasar Rebo, Indonesia
To: Cijantung 21, Pasar Rebo, Indonesia
Walking directions to Ratu Jaya, Depok, Jawa Barat, Indonesia
To: Ratu Jaya, Depok, Jawa Barat, Indonesia
Walking directions to Sawangan, Depok, Jawa Barat, Indonesia
To: Sawangan, Depok, Jawa Barat, Indonesia

Leave a comment

Filed under Sistem Informasi Geografis

MENCARI LETAK KOOARDINAT SUATU LOKASI DENGAN MENGGUNAKAN GOOGLE EARTH

 

Mencari letak Kooardinat suatu lokasi dengan Menggunakan Google Earth Dengan Menggunakan Google Earth 1. Cari alamat atau nama jalan yang sudah di ketahui dikolom search 2 Arahkan Pointer pada lokasi rumah 3. Lihat letak Koordinat di posisi bawah Letak kooardinat yang terdapat tanda panah : 6o21’48.21” S 106o49’06.11” E elev 233 ft

Leave a comment

Filed under Sistem Informasi Geografis

SISTEM PENJUALAN SEPATU FUTSAL, KOSTUM DAN JAKET BOLA DENGAN MENGGUNAKAN VB.NET

Secara umum, jurnal ini sudah baik dan informatif. Jurnal ditulis secara bertahap mulai dari latar belakang pembuatan sistem, metodologi yang digunakan sampai pada tahap-tahap pembuatan sistem. Selain itu, disampaikan juga mengenai perangkat keras dan perangkat lunak yang dibutuhkan. Namun demikian, ada beberapa hal yang menurut kelompok kami masih perlu di perbaiki dan ditambahkan. hal-hal yang akan kami bahas adalah mulai dari cara penulisan dan pemilihan kata/kalimat, serta isi dari tulisan tersebut.

A. Pembahasan mengenai cara penulisan kata/kalimat

1. Bagian Pendahuluan, pada paragraf pertama di tuliskan:

“Perkembangan komputer membantu memudahkan manusia dalam melakukan pekerjaan guna mendapatkan informasi yang lebih mudah dan dapat cepat dilakukan”

Kalimat tersebut dapat disederhanakan menjadi:

“Perkembangan komputer membantu manusia dalam melakukan pekerjaannya guna mendapatkan informasi dengan lebih mudah dan cepat”

2. Bagian Perancangan dan Implementasi, pada paragraf pertama di tuliskan:

“Dalam pembuatan sistem penjualan sepatu futsal, kostum dan jaket bola ini menggunakan Visual Basic.NET dan MySQL”

Kata menggunakan yang di cetak tebal, seharusnya diganti dengan kata digunakan.

Atau kalimat tersebut dapat diganti dengan:

“Sistem penjualan sepatu futsal, kostum dan jaket bola dibuat menggunakan Visual Basic.NET dan MySQL”

B. Pembahasan isi jurnal

Pada bagian Tinjauan Pustaka, disebutkan bahwa pengertian dari aplikasi penjualan adalah sebuah program atau perangkat lunak yang menyediakan proses penjualan barang kepada konsumen. Akan tetapi berdasarkan fungsi dari aplikasi penjualan yang dibuat dapat diketahui bahwa aplikasi tersebut tidak hanya untuk proses penjualan saja, tetapi didalamnya terdapat juga proses yang lain, seperti pencatatan barang (barang masuk dan keluar), laporan penjualan serta laporan keuangan. Menurut kelompok kami dalam menyampaikan sebuah definisi suatu kata/kalimat harus dijelaskan secara detail, sehingga setiap orang yang membaca tulisan tersebut dapat mengerti dan paham mengenai apa yang dibahas, terutama jika pembaca adalah orang awam.

Pada tulisan tersebut tidak disebutkan secara jelas fitur-fitur apa saja yang terdapat pada aplikasi. Sebaiknya diawal penulisan sudah dijelaskan fitur-fitur apa saja yang dimiliki oleh sistem tersebut.

Untuk Rancangan Output, terdiri dari Laporan Penjualan Barang dan Nota Pembelian. Menurut kelompok kami, masih ada laporan yang harus dimiliki oleh sistem, yaitu laporan persediaan barang. Laporan persediaan barang ini dibutuhkan untuk mengetahui jumlah barang yang tersedia sehingga dapat dilakukan antisipasi jika ada jenis barang yang sudah habis.

Selain itu, pada sistem ini perlu ditambahkan juga sebuah tabel untuk supplier. Tabel tersebut berisi mengenai data-data supplier yang menyuplai barang-barang ketoko terkait.

Leave a comment

Filed under Bahasa Indonesia I, Tugas Softskill

MENEBAK ADOPSI KOMPUTASI AWAN

Vendor TI terkemuka, seperti Google dan Microsoft kini gencar mengampanyekan komputasi awan(cloud computing) sebagai era baru berkomputasi. Banyak orang percaya, komputasi awan akan mengubah cara penggunanya bekerja dengan komputer dalam waktu dekat. Apakah anda memiliki asumsi yang sama?

Ada tiga alasan pokok, mengapa orang mau membeli dan mengimplementasikan sebuah teknologi. Pertama, teknologi tersebut bisa menghemat biaya (save money). Kedua, teknologi tersebut bisa menghasilkan uang (make money). Terakhir, teknologi bisa meminimalisasi resiko (reduce risk). Value proposition inilah yang dimanfaatkan oleh vendor TI untuk memasarkan produk-produk mereka.

Di era 1980-an, komputasi mandiri (stand alone) adalah metode komputasi yang umum. Saat itu, kemampuan hardware yang mumpuni menjadi diferensiasi untuk menjual PC. Semakin cepat prosesor, semakin besar kapasitas RAM, dan besarnya kapasitas media penyimpanan, menjadikan pembeda (differentiator) antar merek. Mengapa PC berkemampuan dahsyat cepat diadopsi orang? Karena pada masa itu, asumsi yang umumnya berlaku adalah kecepatan komputasi berbanding lurus dengan produktivitas yang pada akhirnya dapat memompa pendapatan (make money).

Di era 1990-an, dikenalkan komputasi jaringan peer-to-peer yang memungkinkan PC terhubung satu dengan yang lainnya. Windows for Workgroup adalah sistem operasi jaringan yang umum digunakan orang untuk membuat jaringan peer-to-peer. Alasan orang mengadaptasi metode komputasi ini adalah kemampuan jaringan peer-to-peer dalam menyediakan feature bebagi sumber daya, seperti printer dan media simpan untuk berbagi file. Dengan berbagi sumber daya orang bisa menghemat biaya (save money).

Di pertengahan hingga akhir 1990-an, evolusi teknologi TI yang dimotori perkembangan Internet memperkenalkan komputasi client-server. Konsep ini menggunakan server dengan kemampuan pemrosesan tinggi yang dilengkapi kapasitas penyimpanan data lebih besar untuk menjadi pusat data perusahaan serta pusat berbagi sumber daya. Ada dua perbedaan utama antara client-server dengan peer-to-peer. Pertama, konsolidasi sumber daya. Di sini, sumber daya yang dipakai untuk berbagi adalah sumber daya di server (misalkan file server). Konsolidasi memudahkan manajemen beserta proses back-up. Kedua, dikenalkannya metode otentikasi pengguna. Dengan otentikasi, akses pengguna ke jaringan dan proses berbagi sumber daya bisa dikontrol. Contohnya, pengguna dari departemen penjualan tidak bisa mengakses folder akunting yang ada di server. Mengapa orang mau mengadopsi komputasi client-server? Karena komputasi ini bisa mengurangi resiko (reduce risk) terhadap sumber daya yang dibagi. Perusahaan bisa melakukan audit akses terhadap sumber daya (misalkan share folder). Bisa mengontrol akses ke sumber daya berarti ujungnya adalah mengamankan data sesuai peruntukannya.

Sekarang, evolusi TI yang terjadi adalah komputasi awan, komputasi awan didorong oleh adopsi Internet pita lebar yang memiliki kecepatan tinggi. Lalu, faktor apa yang bisa mendorong orang untuk mengadopsi komputasi awan? Save money, make money, atau reduce risk?

Komputasi awan adalah “memindahkan” beban kerja yang ada di jaringan lokal ke Internet (yang keberadaan dan fungsinya dianalogikan dengan “awan”). Hal ini dilakukan untuk mengurangi biaya (save cost). Memelihara server di jaringan lokal menimbulkan biaya yang terkait dengan ongkos pemeliharaan, mulai dari server, orang, hingga kebutuhan data center. Dengan memindahkan beban kerja kea wan, beban biaya bisa ditekan karena ongkos yang dibebankan oleh penyedia jasa “awan” relative lebih rendah (beban biaya akan menurun seiring banyaknya pengguna). Selain itu, tawaran ‘pay as you go’ memberikan opsi biaya variabel sesuai dengan beban atau pengguna dibandingkan biaya tetap. Contoh, biaya komputasi awan bisa berbasis utilisasi bandwidth atau utilisasi prosesor (variabel) tanpa penagihan biaya per server (fixed cost)

Komputasi awan juga menawarkan feature keamanan. Kenyataan bahwa jaringan awan dikelola oleh provider terkenal memberikan rasa aman akan up-time dan server akan dikelola secara professional. Dari kedua faktor pendukung inilah, kita bisa optimis bahwa komputasi awan akan diadopsi oleh banyak orang sehingga dibentuk era baru dalam komputasi.

 

SUMBER : Majalah Komputer “CHIP” edisi 10 2011, hal 31.

 

  1. Kata –kata yang tidak ilmiah:
  2. Gencar                 à terus menerus tidak putus-putus
  3. Mumpuni            à mampu melaksanakan tugas dengan baik
  4. Memompa         à memberikan/menghasilkan
  5. Diferensiasi        à pembeda
  6. Peer-to-peer     à ujung ke ujung
  7. Konsolidasi         à menyatukan atau memperkuat
  8. Utilisasi                 à pemanfaatan atau penggunaan
  9. Provider               à penyedia

 

  1. Arti kata
  2. Komputasi          à algoritma yang digunakan untuk menemukan suatu cara untuk memecahkan masalah dari sebuah data input.
  3. Vendor                                 à adalah lembaga, perorangan atau pihak ketiga yang menyediakan bahan, jasa, produk untuk diolah atau dijual kembali atau dibutuhkan oleh perusahaan untuk meningkatkan kinerja perusahaan.
  4. Client                    à pengguna
  5. Server                   à penyedia
  6. Backup                                 à cadangan
  7. Otentikasi           à proses verifikasi/identifikasi data atau identitas.
  8. Bandwidth          à lebar saluran data yang dapat dilewati oleh data-data secara ditransfer secara bersamaan. Satuan bandwidth adalah bit per second (bps).
  9. Prosesor              à perangkat pengendali sistem komputer (otak dari komputer)
  10. RAM                      à Media penyimpanan sementara pada perangkat komputer

 

  1. Tanggapan terhadap artikel:

Setelah membaca artikel diatas, ada beberapa tanggapan yang akan kami berikan.

  1. Artikel tersebut menggunakan beberapa kata serapan dari bahasa asing, seperti : diferensiasi, konsolidasi, utilisasi, feature.
  2. Berdasarkan paragraf, artikel ini disusun secara berurutan, karena menceritakan dari awal sampai akhir terbentuknya komputasi awan.
  3. Terjadi beberapa pengulangan kata dalam satu paragraf. Misal pada paragraf 2 terjadi pengulangan kata teknologi sebanyak 3 kali.

Leave a comment

Filed under Bahasa Indonesia I, Tugas Softskill

Teori-teori Kepemimpinan

Sesuai dengan beragamnya definisi mengenai kepemimpinan, teori-teori kepemimpinan pun ada beberapa macam. Teori kepemimpinan secara umum dapat digolongkan ke dalam empat kategori besar, yaitu menggunakan pendekatan (1) Pengaruh kekuasaan, (2) Bakat, (3) Prilaku, dan (4) Situasi. Tapi ini baru sebagian teori, yaitu dari pandangan masyarakat barat, belum dari masyakat timur. Tapi tidak ada salahnya Kita akan coba ulas satu demi satu.

1) Teori dengan Pengaruh Kepemimpinan

Teori yang dikemukakan oleh French dan Raven (1959) ini menyatakan bahwa kepemimpinan bersumber pada kekuasaan dalam satu kelompok atau organisasi. Dengan perkataan lai, orang atauorang-orang yang memiliki akses terhadap sumber kekuasaan dalam suatu kelompok atau organisasi tertentu akan mengendalikan atau memimpin kelompok atau organisasi itu. Adapun sumber kekuasaan itu sendiri ada tiga macam, yaitu (1) kedudukan, (2) kepribadian, dan (3) politik.

1.1) Kekuasaan yang bersumber pada kedudukan

Kekuasaan yang bersumber pada kedudukan terbagi lagi ke dalam beberapa jenis;

a) Kekuasaan Formal atau legal (French & Raven, 1959)

termasuk dalam jenis ini adalah komandan tentara, kepala dinas, presiden atau perdana mentri dan sebagainya yang mendapat kekuasaan karena ditunjuk dan/atau diperkuat dengan peraturan atau perundangan yang resmi.

b) Kendali atas Sumber dan Ganjaran (French & raven, 1959)

Majikan yang menggaji karyawan, majikan yang mengupah buruh, kepala suku atau kepala kantor yang dapat member ganjaran kepada bawahannya, dan sebagainya, memimpin berdasarkan sumber kekuasaan seperti ini.

c) Kendali atas Hukum (French & Raven, 1959)

ganjaran biasanya terkait dengan hukuman sehingga kendali atas ganjaran biasa juga kendali atas hukuman. Walaupun demikian, ada kepemimpinan yang yang sumbernya hanya kendali atas hukuman saja, ini merupakan kepemimpinan yang didasarkan pada rasa takut. Contoh para preman yang memungut pajak kepada pedagang, pedagang akan tunduk kepada preman karena takut akan mendapat perlakuan kasar.

d) Kendali atas Informasi (French & Raven, 1959)

informasi adalah ganjaran positif bagi orang yang memerlukannya, sehingga siapa pun yang menguasai informasi dapat menjadipemimpin. Misal adalah orang yang paling tahu arah jalan maka otomatis dia akan menjadi pimpinan rombingan.

e) Kendali Ekologi (lingkungan)

sumber kekuasaan ini dinamakan juga perekayasa situasi (situational sengineering). Contoh adalah kendali atas penempatan jabatan (Oldham, 1975). Seorang atasan, manager, atau kepala bagian personality mempunyai kekuasaan atas bawahannya, karena ia boleh menentukan posisi anggotanya.

1.2) Kekuasaan yang Bersumber pada Kepribadian

Berbeda dari kepemimpinan kekuasaan, kekuasaan yang bersumber pada kepribadian berawal dari sifat-sifat pribadi, yaitu sebagai berikut;

a) Keahlian atau Ketrampilan (French & Raven, 1959)

Dalam agama Islam, orang yang menjadi imam adalah orang yang paling fasih membaca ayat Al-Qur’an. Demikian pula dalam pesawat atau kapal, orang yang paling ahli dalam mengemudilah yang akan menjadi pemimpin.

b) Persahabatan atau Kesetiaan (French & Raven, 1959)

Sifat dapat bergaul, setia kawan atau setia kepada kelompok dapat merupakan sumber kekuasaan, sehingga seseorang dianggap sebagai pemimpin.

c) Karisma (House, 1977)

Ciri kepribadian yang menyebabkan timulnya kewibawaan pribadi dari pemimpin juga merupakan salah satu sumber kekuasaan dalam proses kepemimpinan. Mengenai hal ini dibicarakan tersendiri dalam teori bakat.

1.3) Kekuasaan yang Bersumber pada Politik

Kekuasaan yang bersumber pada politik terdiri atas beberapa jenis (Pfeffer, 1981)

a) Kendali atas Proses Pembuatan Keputusan (Pfeffer & Salanick, 1974)

dalam organisasi, ketua menetukan apakah suatu keputusan akan dibuat dan dilaksanakan atau tidak. Dan sebagainya.

b) Koalisi (Stevenson, Perace & Porter, 1985)

kepemimpinan atas dasar sumber kekuasaan politik ditentukan juga atas hak atau kewenangan untuk membuat kerja sama denga kelompok lain.

c) Partisipasi (Pfeffer, 1981)

pemimpin mengatur partisipasi anggotanya, siapa yang boleh berpartisipasi, dalam bentuk apa tiap anggota berpartisipasi, dan sebagainya.

d) Institusionalisasi

Pemimpin agama menikahkan pasangan suami istri, menentukan terbentuknya keluarga baru. Notaris atau hakim menetukan berdirinya suatu yayasan atau perusahaan baru. Dan sebagainya.

2) Teori Bakat

Teori bakat dinamakan juga teori sifat (trait), teori karismatik atau teori transformasi. Inti dari teori ini adalah bahwa kepemimpinan terjadi karena sifat-sifat atau bakat yang khas yang terdapat dalam diri pemimpin yang dapat diwujudkan dalam prilaku kepemimpinan. Sifat atau bakat itu dinamakan karisma atau wibawa. Sebagai contoh adalah Bung Karno, Adolf Hitler, Fidel Castro, Mahatma Gandhi, Ibu Theresa dan Martin Luther King. Tokoh-tokoh ini memiliki sifat yang tidak dimiliki pemimpin-pemimpin lain.

Di pihak lain, pemimpin-pemimpin karismatik tidak dapat disamakan dengan tokoh-tokoh yang kewibawaan, kekuasaan atau kepemimpinannya bersumber atau ditopang oleh legenda-legenda, mitos, dan dongeng-dongeng. Misal keturunan raja, bangsawan, orang sakti, keturunan yang dianggap titisan dewa dan sebagainya.

Karisma yang ditunjang oleh oleh mitos dan legenda ini bukanlah dating dari bakat atau sifat pribadi yang bersangkutan, sehingga tidak dapat digolongkan dalam teori bakat yang sedang kita bicarakan ini.

Teori bakat menurut Hourse (1977) bahwa karisma yang berupa bakat atau sifat adalah hal yang dapat dijelaskan secara objektif ilmiyah, sehingga dapat diteliti, diukur, dan diuktikan keberadaanya.

Teori bakat menurut Baas (1985) ada factor-faktor tambahan lain yang menyebabkan lahirnya kepemimpinan karismatik selain faktor bawaan sejak lahir yang dikemukakan oleh Hourse, yaitu factor anteseden (hal yang mendahului terjadinya seorang pemimpin), faktor atribusi (keyakinan sendiri) dan faktor konsekuensi dari kepemimpinan.

Teori bakat menurut Conger dan Kanungo (1987) bahwa kepemimpinan karismatik terutama bersifat atributif, yaitu karena adanya ciri-ciri tertentu dari pemimpin yang dipersepsikan oleh para pengikut bersarkan pengamatan pengikut terhadap prilaku pemimpin.

Teori Tranformasional menurut Robert (1984) bahwa pemimpin karismatik dapat juga terjadi dalam kelompok-kelompok yang sangat terorganisasi. Berbeda dari pendapat sebelumnya yang seakan-akan menyatakan bahwa kepemimpinan karismatik tidak dapat berjan pada kelompok-kelompok yang sangat terorgaisasi.

Karisma: Negatif atau Positif?

Ykul (1989) mengemukakan bahwa sejarah telah mencatat pemimpin-pemimpin karismatik yang telah member dampak positif yang sangat luar biasa kepada kelompoknya, bahkan terhadap umat manusia secara keseluruhan, seperti Mahatma Gandhi dan Martin Luther King. Di pihak lain sejarah juga mencatat pemimpin-pemimpin karismatik yang memberikan dampak negative dan kehancuran, seperti Adolf Hitler. Pertanyaan yang timbul adalah “Apakah pemimpin karismatik berdampak positif atau negatif bagi pengikutnya?”. Pertanyaan ini semakin perlu dijawab karena banyak pemimpin karismatik yang sulit digolongkan dalam salah satu jenis tersebut. Bahkan ada yang berpengaruh negatif di satu pihak namun positif di pihak yang lain.

Musser (1987) mengusukan kriteria yang berbeda antara pemimpin karismatik yang positif dan negatif. Ciri pemimpin karismatik yang negatif adalah yang lebih mementingkan tujuan dirinya sendiri daripada idiologi-idiologinya.

3) Teori Perilaku

Teori prilaku memusatkan perhatiannya pada perilaku pemimpin dalamkaitannya dengan struktur dan organisasi kelompok. Oleh karena itu, teori prilaku ini lebih sesuai untuk kepemimpinan dalam lingkungan organisasi atau perusahaan, karena peran pemimpin digariskan dengan jelas. Teori perilaku menurut beberapa ahli, antara lain;

Mintzberg (1973) mengemukakan sepuluh peran pemimpin (manager) sebagai berikut; Peran dalam hubungan antarpribadi adalah sebagai pemimpin, penghubung dan panutan (figurehead). Peran yang berkaitan dengan pemrosesan informasi adalah sebagai pemantau, penyebaran informasi dan juru bicara. Peran yang berkaitan dengan pembuatan keputusan adalah sebagai wiraswasta, penyelesaian gangguan, pengalokasian sumber, dan negosiator.

Bagaimana seorang pemimpin memenuhi kesepuluh peran itu, hal itu akan ditentukan bagaimana kepemimpinannya. Mereka akan memiliki kecocokan dengan salah satu peran, dan biasanya mereka akan unggul dalam hal itu.

Page (Page, 1985 & Tornow, 1987) juga memusatka teori kepemimpinannya pada peran yang dibawakan pemimipin dalam posisi managerial. Menurutnya ada Sembilan kewajiban dan tanggung jawab manager dalam organisasi. Yaitu penyelia (supervising), perencan dan pengorganisasi, pembuat keputusan, pemantau indicator, pengendalian, perwakilan, pengkooordinasi, konsultasi, dan administrasi.

Sebagai manager sudah barang tentu seseorang yang dapat menduduki sembilan peran tersebut. Namun, setiap orang memiliki kemampuan tersendiri, sehingga ada yang kuat di peran tertentu dan lemah di peran yang lain.

4) Teori Situasional

Teori situasional berintikan hubungan antara perilaku pemimpin dan situasi dilingkungan pemimpin itu.dalam hal ini ada dua macam hubungan, yaitu (1) perilaku pemimpin yang merupakan hasil atau akibat dari situasi dan (2) perilaku pemimpin merupakan penentu atau penyebab situasi. Dengan perkataan lain, pada hubungan pertama, pemimpin merupakan variabel ikutan (dependent variable), sedangkan yang kedua masuk dalam variabel bebas (independent variable).

4.1) Perilaku Pemimpin sebagai Akibat Situasi

Teori-teori yang membicarakan hal ini adalah;

a) Teori Peran (role theory) dari Merton (1957)

perilaku pemimpin disesuaikan pada perannya dalam kelompok, misalnya peran seorang komandan berbeda denga peran seorang ayah, sehingga perilaku seorang pemimpin berbeda ketika dia sedang berperan sebagai komandan dan ketika dia sedang menjadi ayah.

b) Teori Harapan (expectancy theory) dari Nebecker & Mitchell (1974)

perilaku pemimpin ditentukan oleh harapan kelompoknya, misalkan seorang ayah diharapkan untuk mencari nafkah bagi keluarganya, sedangkan ayah yang lain diharapkan untuk memberikan pendidikan bagi anak-anaknya.

c) Teori Adptif-Reaktif (adaptive-reactive theory) dari Osborne & Hunt (1975)

perilaku pemimpin tidak ditentukan oleh satu faktor tertentu, tetapi oleh interaksi antara bebrapa faktor dalam suatu situasi (multiple influence model). Dengan kata lain, pemimpin setiap kali menyesuaikan perilakunya pada perubahan situasi. Misalnya, perilaku komandan berbeda pada saat perang dan pada saat damai.

d) Teori Pilihan Kendala (Constraints choices model) dari Stewan (1967, 1976, 1982)

perilaku pemimpin disesuaikan dengan kendala-kendala yang ada. Ia akan memilih perilaku yang kendalanya terkecil. Misalnya seorang komandan tetara dalam situasi pertempuran, jika mengambil suatu tindakan kemungkinan korban sedikit dan kemenangan akan dicapai maka komandan akan melaksanakan hal itu, namun baila sebaliknya, lebih baik menunggu sampai situasi menguntungkan.

4.2) Perilaku Pemimpin sebagai Penyebab Situasi

Dalam teori ini pemimpin dipandang sebagai pihak yang bereaksi terhadap situasi semat-mata, tetapi dipandang sebagai pihak yang lebih aktif, yang mengambil inisiatif, dan yang member dampak pada situasi. Teori ini dinamakan juga teori model kontingensi (contingency models). Beberapa ahli mengemukakan;

Hourse & Mitchell (1974) mengemukakan empat tipe perilaku pemimpin, yaitu; suportif (mendukung), detektif (memeberi petunjuk), partisipatif (ikut terlibat), dan orientasi prestasi (tujuan pencapaian terbaik).

Hersey & Blanchard (1969, 1977, 1982) mengemukakan dua tipe perilaku pemimpin, yaitu; lebih mementingkan tugas (task behavior) dan lebih mementingkan hubungan (relationship behavior)

Kerr & Jernier (1978) menyatakan, ada dua macam variabel situasi, yaitu (1) yang mendukung efektivitas kepemimpinan (substitutes) dan (2) menghambat efektivitas

Kepemimpinan. Mengahadapi dua situasi itu memiliki sikap kepemimpinan yang berbeda. Dalam ha ini ada dua jenis pemimpin, yaitu; instrumental (mengawali, merangsang) dan suportif (melanjutkan, mempertahankan).

Vroom & Yettom (1973) mendasarkan pada bagaimana perilaku pembuatan keputusan pemimpin mempengaruhi kualitas pembuatan keputusan bawahan dan penerimaan bawahan terhadap keputusan. Ada tiga prosedur pembuatan keputusan, yaitu; otokratik (membuat sendiri), konsultasi (konsultasi terlebih dahulu), dan keputusan bersama.

Fiedler (1964, 1967) dan Sarwono (1995)

Efektivisas kepemimpinan tergantung pada persepsi pemimpin terhadap anggota kelompoknya. Persepsi pemimpin terhadap anggotanya diukur berdasarkan pada pandangannya terhadap anggota yang paling lemah, paling rendah prestasinya atau paling tidak disukai (LPC/ last preferred co-worked)

Sumber : Sarlito Wirawan Sarwono, Psikologi Sosial, 2005, Jakarta, Balai Pustaka.

Leave a comment

Filed under Teori Organisasi Umum I, Tugas Softskill