MENEBAK ADOPSI KOMPUTASI AWAN

Vendor TI terkemuka, seperti Google dan Microsoft kini gencar mengampanyekan komputasi awan(cloud computing) sebagai era baru berkomputasi. Banyak orang percaya, komputasi awan akan mengubah cara penggunanya bekerja dengan komputer dalam waktu dekat. Apakah anda memiliki asumsi yang sama?

Ada tiga alasan pokok, mengapa orang mau membeli dan mengimplementasikan sebuah teknologi. Pertama, teknologi tersebut bisa menghemat biaya (save money). Kedua, teknologi tersebut bisa menghasilkan uang (make money). Terakhir, teknologi bisa meminimalisasi resiko (reduce risk). Value proposition inilah yang dimanfaatkan oleh vendor TI untuk memasarkan produk-produk mereka.

Di era 1980-an, komputasi mandiri (stand alone) adalah metode komputasi yang umum. Saat itu, kemampuan hardware yang mumpuni menjadi diferensiasi untuk menjual PC. Semakin cepat prosesor, semakin besar kapasitas RAM, dan besarnya kapasitas media penyimpanan, menjadikan pembeda (differentiator) antar merek. Mengapa PC berkemampuan dahsyat cepat diadopsi orang? Karena pada masa itu, asumsi yang umumnya berlaku adalah kecepatan komputasi berbanding lurus dengan produktivitas yang pada akhirnya dapat memompa pendapatan (make money).

Di era 1990-an, dikenalkan komputasi jaringan peer-to-peer yang memungkinkan PC terhubung satu dengan yang lainnya. Windows for Workgroup adalah sistem operasi jaringan yang umum digunakan orang untuk membuat jaringan peer-to-peer. Alasan orang mengadaptasi metode komputasi ini adalah kemampuan jaringan peer-to-peer dalam menyediakan feature bebagi sumber daya, seperti printer dan media simpan untuk berbagi file. Dengan berbagi sumber daya orang bisa menghemat biaya (save money).

Di pertengahan hingga akhir 1990-an, evolusi teknologi TI yang dimotori perkembangan Internet memperkenalkan komputasi client-server. Konsep ini menggunakan server dengan kemampuan pemrosesan tinggi yang dilengkapi kapasitas penyimpanan data lebih besar untuk menjadi pusat data perusahaan serta pusat berbagi sumber daya. Ada dua perbedaan utama antara client-server dengan peer-to-peer. Pertama, konsolidasi sumber daya. Di sini, sumber daya yang dipakai untuk berbagi adalah sumber daya di server (misalkan file server). Konsolidasi memudahkan manajemen beserta proses back-up. Kedua, dikenalkannya metode otentikasi pengguna. Dengan otentikasi, akses pengguna ke jaringan dan proses berbagi sumber daya bisa dikontrol. Contohnya, pengguna dari departemen penjualan tidak bisa mengakses folder akunting yang ada di server. Mengapa orang mau mengadopsi komputasi client-server? Karena komputasi ini bisa mengurangi resiko (reduce risk) terhadap sumber daya yang dibagi. Perusahaan bisa melakukan audit akses terhadap sumber daya (misalkan share folder). Bisa mengontrol akses ke sumber daya berarti ujungnya adalah mengamankan data sesuai peruntukannya.

Sekarang, evolusi TI yang terjadi adalah komputasi awan, komputasi awan didorong oleh adopsi Internet pita lebar yang memiliki kecepatan tinggi. Lalu, faktor apa yang bisa mendorong orang untuk mengadopsi komputasi awan? Save money, make money, atau reduce risk?

Komputasi awan adalah “memindahkan” beban kerja yang ada di jaringan lokal ke Internet (yang keberadaan dan fungsinya dianalogikan dengan “awan”). Hal ini dilakukan untuk mengurangi biaya (save cost). Memelihara server di jaringan lokal menimbulkan biaya yang terkait dengan ongkos pemeliharaan, mulai dari server, orang, hingga kebutuhan data center. Dengan memindahkan beban kerja kea wan, beban biaya bisa ditekan karena ongkos yang dibebankan oleh penyedia jasa “awan” relative lebih rendah (beban biaya akan menurun seiring banyaknya pengguna). Selain itu, tawaran ‘pay as you go’ memberikan opsi biaya variabel sesuai dengan beban atau pengguna dibandingkan biaya tetap. Contoh, biaya komputasi awan bisa berbasis utilisasi bandwidth atau utilisasi prosesor (variabel) tanpa penagihan biaya per server (fixed cost)

Komputasi awan juga menawarkan feature keamanan. Kenyataan bahwa jaringan awan dikelola oleh provider terkenal memberikan rasa aman akan up-time dan server akan dikelola secara professional. Dari kedua faktor pendukung inilah, kita bisa optimis bahwa komputasi awan akan diadopsi oleh banyak orang sehingga dibentuk era baru dalam komputasi.

 

SUMBER : Majalah Komputer “CHIP” edisi 10 2011, hal 31.

 

  1. Kata –kata yang tidak ilmiah:
  2. Gencar                 à terus menerus tidak putus-putus
  3. Mumpuni            à mampu melaksanakan tugas dengan baik
  4. Memompa         à memberikan/menghasilkan
  5. Diferensiasi        à pembeda
  6. Peer-to-peer     à ujung ke ujung
  7. Konsolidasi         à menyatukan atau memperkuat
  8. Utilisasi                 à pemanfaatan atau penggunaan
  9. Provider               à penyedia

 

  1. Arti kata
  2. Komputasi          à algoritma yang digunakan untuk menemukan suatu cara untuk memecahkan masalah dari sebuah data input.
  3. Vendor                                 à adalah lembaga, perorangan atau pihak ketiga yang menyediakan bahan, jasa, produk untuk diolah atau dijual kembali atau dibutuhkan oleh perusahaan untuk meningkatkan kinerja perusahaan.
  4. Client                    à pengguna
  5. Server                   à penyedia
  6. Backup                                 à cadangan
  7. Otentikasi           à proses verifikasi/identifikasi data atau identitas.
  8. Bandwidth          à lebar saluran data yang dapat dilewati oleh data-data secara ditransfer secara bersamaan. Satuan bandwidth adalah bit per second (bps).
  9. Prosesor              à perangkat pengendali sistem komputer (otak dari komputer)
  10. RAM                      à Media penyimpanan sementara pada perangkat komputer

 

  1. Tanggapan terhadap artikel:

Setelah membaca artikel diatas, ada beberapa tanggapan yang akan kami berikan.

  1. Artikel tersebut menggunakan beberapa kata serapan dari bahasa asing, seperti : diferensiasi, konsolidasi, utilisasi, feature.
  2. Berdasarkan paragraf, artikel ini disusun secara berurutan, karena menceritakan dari awal sampai akhir terbentuknya komputasi awan.
  3. Terjadi beberapa pengulangan kata dalam satu paragraf. Misal pada paragraf 2 terjadi pengulangan kata teknologi sebanyak 3 kali.

Leave a comment

Filed under Bahasa Indonesia I, Tugas Softskill

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s